PERLUKAH BIOSEKURITI DALAM BETERNAK..?

 BIOSEKURITI TERNAK

Sesuai dengan UU Ri No 18 tahun 2009, tentang peternakan dan keswan yang di butuhkan masyarakatharus memenuhi dua hal yaitu: food security dan food safety. Peraturan Pemerintah No: 22 tahun 83 menyebutkan bahwa daging yang layak untuk dikomsumsi harus memenuhi persyaratan ASUH (aman, sehat, utuh dan halal),sedangkan untuk telur harus bebas dari Salmonella (Prima, 2010). Untuk melaksanakan biosekuriti dibutuhkan biaya-biaya tambahan  untuk memperbaiki manajemen perkandangan, sanitasi dan berbagai penanganan penyakt-penyakit yang bisa menyerang  ternak. Menurut rekomendasi FAO, biosekuriti meliputi manajemen terhadap risiko biologis secara komperehensif untuk mewujudkan keamanan pangan,melindungi kesehatan hewan, manusia dan tanaman, melindungi lingkungan serta berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Biosekuriti peternakan unggas adalah sebagai sebuah pola fikir dalam praktek manajemen peternakan unggas yang terkait dengan beberapa konsep, yaitu : Bioeksklusi (usaha mencegah faktor risiko penyakit ke dalam peternakan) dan Biokontainmen (usaha mencegah penyebaran faktor risiko penyakit di dalam peternakan bila sudah terjadi (Kurnianto Prasetyo, 2010).

Secara umum, biosekuriti meliputi tiga komponen utama yaitu isolasi, pengendalian lalu lintas, dan sanitasi.Selanjutnya FAO (2003) menyatakan bahwa tindakan biosekuriti meliputi pemantauan (monitoring), survailans, isolasi, pembatasan lalu lintas, eliminasi, eradikasi, dan pencegahan.

    *   Isolasi

Isolasi merupakan pengurungan atau pengandangan hewan dalam satu lingkungan terkendali atau dapat diartikan dengan penyediaan pagar pemisah, kandang, atau sangkar untuk menjaga hewan tidak lepas atau keluar, serta mencegah masuknya hewan lain ke dalam lingkungan tersebut.Pada peternakan unggas, isolasi dapat dipraktekkan dengan manajemen all-in/ all-out yaitu penyediaan jeda waktu antara satu pemeliharaan suatu flok dan flok yang berikutnya.Pada waktu jeda tersebut dilakukan pembersihan dan disinfeksi pada fasilitas dalam peternakan untuk memutus siklus penyakit.

    * Pengendalian Lalu Lintas

Pengendalian dan pengawasan diterapkan terhadap lalu lintas ke dan dari peternakan, serta di dalam peternakan itu sendiri.Pengendalian lalu lintas diterapkan pada manusia, unggas, hewan lain, bahan, dan peralatan.Pengendalian ini dapat mencakup penyemprotan desinfektan terhadap peralatan dan kendaraan yang akan masuk ke dalam peternakan atau kandang, meghindari terjadinya pinjam-meminjam peralatan antar peternakan, melarang masuk orang yang tidak berkepentingan ke dalam kandang, serta melakukan penyemprotan terhadap sopir, penjual, atau petugas lainnya dan mengganti pakaian ganti dengan pakaian khusus.

    * Sanitasi

Sanitasi meliputi pembersihan dan disinfeksi, bahan-bahan, dan peralatan yang masuk ke dalam peternakan dan di dalam peternakan.

    * Pemantauan dan Survailans

Pemantauan bertujuan untuk mendeteksi perubahan prevalensi penyakit dalam suatu populasi.Perubahan tersebut memberikan peringatan yang harus ditindak-lanjuti dengan tindakan spesifik untuk menghentikan peningkatan kasus penyakit.Pemantauan sebaiknya dilaksanakan setiap hari oleh pemilik peternakan.Keterlibatan dokter hewan sangat diperlukan bila terjadi kecurigaan dalam kesehatan hewan.Pemantauan dapat diterapkan pada tingkat negara dan internasional.

    * Isolasi, Eliminasi dan Eradikasi

Isolasi terhadap hewan atau kelompok hewan sakit, desa, provinsi, dan negara harus dilaksanakan secepat mungkin Jika terjadi suatu kasus penyakit untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.Hewan yang sakit harus segera diisolasi, selanjutnya hewan tersebut dapat diobati, atau dibunuh, tergantung dari diagnosa.Eliminasi penyakit merupakan pembunuhan hewan-hewan sakit atau semua hewan pada suatu peternakan.Pembunuhan hewan tersebut dilakukan secara manusiawi atau memperhatikan kesejahteraan hewan.Istilah eradikasi mirip dengan eliminasi namun lebih difokuskan pada pengendalian penyakit yang lebih besar seperti provinsi, negara, atau benua.

This entry was posted in

Leave a Reply

Translate