GAMBARAN UMUM KACANG HIJAU


A. Nilai Agronomis dan Ekonomis Kacang Hijau
Kacang hijau memiliki kelebihan dibandingkan dengan jenis kacang lain seperti kacang tanah dan kacang kedelai dari sisi agronomi dan ekonomi. Dari sisi agronomi, kacang hijau termasuk jenis tanaman yang tahan kekeringan dan dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur. Artinya, kacang hijau mampu hidup dan berbuah di daerah kering. Kacang hijau juga tahan terhadap hama dan penyakit. Hal ini terlihat dari jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau relatif lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lain. Dengan demikian, resiko kegagalan panen juga semakin kecil. Selain itu, sistem budidaya tanaman kacang hijau juga relatif mudah.
Dengan umurnya yang pendek, kacang hijau bisa menjadi penyangga pangan dalam rangka ketahanan pangan. Tanaman ini bisa ditanam menggantikan padi di musim kemarau atau tanaman penyela antara musim kemarau ke musim hujan berikutnya. Pada musim kemarau, hanya tanaman kacang hijau yang masih bisa tumbuh di pematang sawah.
Kacang hijau cocok ditanam di sawah tadah hujan dan daerah beririgasi yang rusak. Tanaman kacang hijau juga bisa ditanam dengan input produksi yang rendah. Artinya, dalam penanaman tidak perlu pengolahan tanah, pemupukan, dan pengairan yang intensif.
Dari sisi ekonomi, kacang hijau termasuk tanaman pangan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, harganya relatif stabil. Hingga saat ini permintaan kacang hijau belum mencapai titik jenuh. Hal ini terlihat dari permintaan yang setiap tahun terus mengalami peningkatan. Namun, satu hal yang disayangkan, permintaan kacang hijau ini tidak diikuti oleh perkembangan luas lahan tanamnya. Dengan demikian, kekurangan permintaan tersebut terpaksa harus dipenuhi dengan mengimpor dari beberapa Negara lain seperti India, Filiphina, dan Thailand.
Perhatian petani kepada tanaman kacang hijau dianggap masih kurang karena perlu waktu yang lama untuk mendapatkan hasil panen (panen kacang hijau tidak serempak). Dengan demikian, perputaran modal lebih lambat. Kendala tersebut dapat dikurangi dengan pemakaian bibit unggul dan perbaikan teknologi. Namun, bibit unggul kacang hijau relatif masih sedikitdan adopsi teknologi masih rendah karena petani tidak tertarik dengan harga kacang hijau yang rendah bila dibandingkan dengan kacang kedelai atau kacang tanah.
Selama ini peningkatan produksi masih kurang menggembirakan, sedangkan di lain pihak kebutuhan terus meningkat. Keadaan ini menyebabkan pemerintah harus mengimpor kacang hijau. Padahal, bagi pelaku agribisnis bermodal kuat dan tidak memerlukan pengembalian modal yang cepat, melakukan budidaya kacang hijau merupakan suatu alternatif yang tepat karena pasar lokal siap menyerap hasil produksinya.
B. Manfaat Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, vitamin (A,B1,C,dan E), serta beberapa zat lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti amilium, besi, belerang, kalsium, minyak lemak, mangan, magnesium, dan niasin. Selain bijinya, daun kacang hijau muda sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Kacang hijau bermanfaat untuk melancarkan buang air besar dan menambah semangat.
Bila dilihat dari kandungan proteinnya, kacang hijau termasuk bahan makanan sumber protein kedua setelah susu krim kering. Kandungan protein kacang hijau sekitar 22%. Namun, bila dibandingkan dengan kacang-kacangan lainnya, kandungan protein kacang hijau menempati peringkat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah.
Dengan kandungan zat gizi yang baik, bubuk kacang hijau banyak digunakan sebagai bahan makanan dan minuman siap saji dalam kotak ataupun dalam kaleng. Dengan issu gizi buruk yang terjadi akhir-akhir ini, kacang hijau memiliki potensi sebagai sumber vitamin dan protein nabati yang bernilai tinggi.
Kacang hijau juga dikonsumsi dalam bentuk kecambah (taoge). Pemanfatan taoge sebagai bahan makanan telah dikenal luas di Indonesia.kecambah kacang hijau (taoge) mengandung vitamin E yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai. Bahkan, nilai gizi kecambah kacang hijau lebih baik daripada nilai gizi biji kacang hijau. Hal ini disebabkan kecambah telah mengalami prpses perombakan makromolekul menjadi mikromolekul sehingga meningkatkan daya cerna. Selain itu, dengan proses perkecambahan terjadi pembentukan senyawa tokoferol (vitamin E).
C. Jenis Lahan dan Ketinggian
Tanah merupakan media atau tempat tumbuh tanaman. Tanah terdiri dari zat padat, cair, dan udar. Zat padat dalam tanah terdiri dari bahan batuan tanah, mineral tanah, humus, dan organisme hidup yang bermukim dalamnya. Zat cair terutama barupa air tanah serta unsur-unsur yang terlarut di dalamnya, eksudat-eksudat, dan ekskresi-ekskresi cair. Udara dalam rongga tanah mengandung oksigen (O2) yang penting untuk respirasi akar guna oleh tenaga. Energi yang diperoleh akar tersebut digunakan untuk mengisap air dan unsur hara tanaman dari tanah.
Akar tanaman berpegang kuat pada tanah. Perubahan keadaan tanah baik secara kimia, fisik, maupun biologi akan mempengaruhi fungsi dan kekuatan akar dalam menopang pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk, misalnya, akan memperkaya secara kimia ketersediaan hara dalam tanah sehingga akar dapat menyerapnya untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan. Dengan demikian,tanaman akan berproduksi maksimal.
Akar tanaman mendapatkan sebagian besar air melalui tanah. Ketersediaan air dalam tanah merupakan hal yang sangat penting bagi tanaman. Tidak semua air yang terkandung dalam tanah dapat diserap oleh akar tanaman. Air yang terlampau dalam dari jangkauan akar atau air yang terikat kuat pada butir-butir tanah tidak dapat dimanfaatkan tanaman, sebaliknya, air yang terlalu banyak dapat menyebabkan akar tanaman busuk. Pengaturan ketersediaan air dalam tanah bagi pertumbuhan tanaman atau usaha pertanian sangatlah penting.
Pengertian tentang kesuburan tanah tidak hanya dikaitkan pada ketersediaan hara tanaman saja seperti Pemupukan, tetapi juga pada keseluruhan sistem tanah beserta fungsinya bagi tanaman. Kesuburan tanah banyak dihubungkan dengan keadaan lapisan olahnya (Top Soil). Pada lapisan ini, biasanya sistem perakaran tanaman berkembang dengan baik. Untuk itu, pengolahan tanah sebelum penanaman dan pengolahan tanah pada waktu pemeliharaan tanman memegang perang penting pada suburnya tanaman. Pada pengolahan tanah, perbandingan kandungan zat padat, cair, dan udara didalam lapisan olah menjadikan tanah gembur dan menguntungkan bagi pertumbuhan akar tanaman.
Tanaman kacang hijau menghendaki tanah yang tidak terlalu berat. Artinya, tanah tidak terlalu banyak mengandung tanah liat. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi sangat disukai oleh tanaman kacang hijau. Tanah berpasir pun dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau, asalkan kandungan air tanahnya tetap terjaga dengan baik. Adapun jenis tanah yang dianjurkan adalah latosol atau regosol. Jenis tanah tersebut akan lebih baik bila digunakan setelah ditanami tanaman padi terlebih dahulu.
Keasapan tanah (pH) yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal yaitu antara 5,5-6,5 pada tanah dengan pH dibawah 5,5 perlu diberi pengapuran untuk meningkatkan pH dan menetralisir keracunan alumunium. Sementara untuk tanah diatas pH 6,5 tidak perlu diberi perlakuan tertentu.
Kacang hijau dapat dibudidayakan pada ketinggian 5-700 meter dpl. Didaerah dengan ketinggian diatas 700 meter dpl, produktifitas tanaman tropis dataran rendah ini menurun dan umur panennya pun menjadi lebih panjang.
D.    Iklim Yang Sesuai
 Tanaman kacang hijau termasuk tanaman golongan C3. artinya, tanaman ini tidak menghendaki radiasi atau suhu yang terlalu tinggi. Tanaman akan tumbuh baik pada suhu udara optimal antara 25-27o. seperti halnya tanaman legume lainnya, tanaman ini menyukai daerah yang relatif kering dengan kelembapan udara antara 50-89%. Fotosintesis tanaman kacang hijau akan mencapai maksimum pada sekitar pukul 10.00. radiasi yang terlalu terik tidak terlalu diinginkan oleh tanaman kacang hijau. Panjang hari yang diperlukan minimal 10 jam/hari.
E.    Kebutuhan Air
Kebutuhan air untuk tanaman kacang hijau hanya kritis pada awal pertumbuhannya sampai fase berbunga (sekitar 1 bulan setelah tanam). Kebutuhan minimalnya pada masa kritis setara dengan curah hujan 100 mm/bln. Daerah yang memiliki curah hujan 50-200 mm/bln merupakan daerah yang baik untuk budidaya tanaman ini. Curah hujan tinggi menyebabkan tanaman mudah rebah dan rentang terhadap serangan patogen penyakit.
F.    Benih Berkualitas
Benih berkualitas adalah benih yang diperoleh dari varietas unggul melalui proses sertifikasi. Mutu benih kacang hijau mempengaruhi dalam peningkatan produksi. Secara umum, mutu benih dibedakan menjadi 3, yaitu mutu fisik, genetik dan fisiologis. Agar diperoleh benih bermutu maka setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu persyaratan benih, pengadaan benih, serta perlakuan benih sebelum tanam.
G.    Penyimpanan Benih
Tidak semua benih yang diperoleh habis ditanam dalam satu periode penanaman. Untuk itu, perlu dilakukan penyimpanan benih dengan baik agar dapat tahan lama dan mutunya tidak menurun. Penyimpanan benih kacang hijau relatif mudah dibandingkan dengan benih lainnya. Faktor yang paling penting diperhatikan saat penyimpanan adalah benih harus dalam kondisi kering dengan kadar air kurang dari 10 12%. Biji yang telah bersih dikeringkan dengan cara. dijemur atau menggunakan alat pengering, bila tersedia. Semakin kering alcan semakin baik sebab lebih tahan disimpan.
Benih kacang hijau sebaiknya disimpan di ruangan yang sejuk, kering, bersih, dan bersirkulasi udara baik. Wadah penyimpanan sebaiknya tidak terbuat dari plastik sebab akan menyebabkan biji lembap dan mudah rusak. Oleh karena itu, gunakanlah kantong bekas terigu atau bahan lainnya. Dapat pula digunakan wadah berupa botol yang di dalamnya dicampur abu gosok. Selain itu, hindari dari tetesan air atau serangan hama gudang.
H.    Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan untuk memperbaiki sifat kimia, fisik dan biologi tanah agar tanah yang digunakan menjadi lebih gembur. Tidak hanya itu, pengolahan tanah juga bertujuan membersihkan gulma. Dengan adanya pengolahan tanah, diharapkan akan diperoleh produksi yang maksimal.
I.    Pola Tanam
Pola penanaman kacang hijau lebih dari satu jenis. Tanaman kacang hijau yang ditanam di tegalan atau lahan sawah sebagai tanaman tunggal (monokultur). Namun, tanaman kacang hijau juga dapat dirotasikan dan ditanam bersama tanaman lain sebagai tanaman tumpangsari atau sisipan.
Tumpangsari dapat dilakukan dengan tanaman semusim lainnva seperti ubi kayu atau jagung. Pola tumpangsari dilakukan dengan menyisipkan dua baris tanaman di antara barisan tanaman jagung. Tumpangsari antara kacang hijau dengan jagung akan menguntungkan tanaman jagung karena adanya perembesan nitrogen dari akar kacang hijau.
Untuk rotasi pada lahan di sawah, tanaman kacang hijau biasanya ditanam setelah padi musim kemarau sambil menunggu padi musim hujan. Penanaman pada periode ini dilakukan untuk memanfaatkan sisa air di sawah. Waktu antara padi musim hujan dan musim sebelumnya sekitar 60 7o hari sehingga hanya kacang hijau yang dapat ditanam. Penanaman pada waktu sela ini menggunakan pola monokultur (tunggal).
Pada lahan kering, kacang hijau dapat ditanam setelah tanaman jagung atau tanaman berumbi seperti kentang, ubi kayu atau ubi jalar. Pada pola tanam rotasi ini, tanaman kacang hijau dapat tumbuh baik dari sisa sisa pupuk tanaman sebelumnya.
Pada lahan sawah di daerah pegunungan, kacang hijau dapat ditanam di pematang. Bila dihitung luas pematang sawah dapat mencapai 15% dari luas areal. Misalnya, untuk sawah 1 hektar pematangnya dapat mencapai 1.500 m2 dan yang dapat ditanami kacang hijau adalah 1.000 m2 maka hasilnya tidak akan kurang dari 50 kg. Hasil ini akan sangat berarti bagi petani, baik sebagai penghasilan tambahan maupun sebagai penambah asupan gizi bagi keluarga petani itu sendiri.
J.    Jarak Tanam dan Populasi
Kacang hijau dapat ditanam dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm atau 20 cm x 20 cm dengan 2 butir benih per lubang. Bila dihitung maka populasi per hektar adalah 500.000 tanaman. Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan tugal atau dengan cara alur tanam. Lubang tanam atau alur tanam tidak boleh terlalu dalam, yang terbaik antara 3 5 cm. Alur tanam dapat dibuat dengan kored atau cangkul. Di samping lubang tanam atau alur tanam, dibuat alur pupuk dengan jarak 10 cm dari lubang tanam dengan kedalaman l0 cm.
K.    Cara Penanaman
Benih ditanam ke dalam lubang tanam dengan baik dan benar. Jangan sampai benih muncul ke permukaan tanah karena akan dimakan burung atau ayam. Sebelumnya, lubang benih dimasukkan insektisida butiran, misalnya Furadan 3 G, dengan dosis 15 kg per hektar atau kira kira 5 butir Furadan 3 G per lubang. Setelah benih dimasukkan, lubang benih ditutup dengan baik. Penutupan lubang jangan dipadatkan sebab perkecambahan dapat terganggu.
Pada areal yang belum pernah ditanam kacang hijau, sebaiknya diberikan inokulasi bakteri rizobium. Sumber bakteri dapat berupa kultur bakteri komersil, misalnya Legin atau tanah bekas tanaman legum, terutama kacang hijau.
L.    Pemeliharaan
Perneliharaan merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam budidaya kacang hijau karena akan mempengaruhi produksi. Adapun kegiatan pemeliharaan meliputi pemupukan, penyulaman, penyiangan, pengairan, dan penyiraman.
M.  Panen
Penentuan waktu dan cara panen menjadi sangat penting diperhatikan. Tanpa memperhatikan kedua hal tersebut maka hasil yang akan diperoleh tidak akan maksimal. Untuk itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan penentuan waktu dan cara panen kacang hijau yang baik dijelaskan sebagai berikut.
1. Ciri dan Umur Panen
Tanaman kacang hijau termasuk tanaman polong dehiscen. Artinya, polong akan pecah bila matang. Oleh sebab itu, penentuan panen sangat penting agar tidak terlambat dan biji berceceran di lapangan.
Umur tanaman kacang hijau untuk dapat dipanen tergantung dari varietasnya. Untuk varietas genjah sekitar 58 65 hari, sedangkan varietas berumur panjang sekitar l00 hari. Adapun ciri ciri tanaman kacang hijau yang dapat dipanen sebagai berikut.
a) Polong berwarna cokelat sampai hitam.
b) Kulit polongnya keras atau mengering.
c) Sebagian besar polong mudah pecah.
2. Cara Panen
Polong kacang hijau dipetik satu per satu dengan menggunakan tangan. Untuk varietas yang polongnya matang serempak, pemungutan hasil dapat dilakukan dengan pemotongan tangkai polong. Alat yang digunakan berupa pisau atau sabit yang tajam. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk menghindari pecah polong saat panen. Polong hasil panen dikumpulkan dan segera dimasukkan ke dalam tempat yang tidak berlubang (karung atau keranjang yang rapat anyamannya).
3. Periode Panen
Panen polong dari beberapa varietas kacang hijau masak serempak dapat dilakukan satu kali. Namun, untuk beberapa varietas lainnya, panen dilakukan antara 2 3 kali.
N. Pascapanen
Adapun tahap pascapanen antara lain pembijian, yaitu pemisahan biji dari polongnya. Setelah pembijian, dilakukan pengeringan dan tahap terakhir berupa penyimpanan.
1. Pembijian
Biji kacang hijau sangat mudah lepas dari kulit polongnya bila kering. Oleh karena itu, polong kacang hijau dijemur terlebih dahulu hingga kulitnya kering. Polong dengan kulit kering tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung atau goni. Selanjutnya, karung atau goni dipukul pukul dengan kayu/bambu hingga polong pecah. Biji kemudian dipisahkan dengan cara ditampi/tapis.
2. Pengeringan
Biji yang telah bersih dikeringkan dengan cara dijemur atau melalui alat pengering (dryer) bila tersedia. Pengeringan dilakukan dengan suhu 600 C selama, 2 3 hari. Ciri biji yang telah kering kadar airnya antara 10 12%. Semakin kering biji, akan semakin baik sebab lebih tahan disimpan.
3. Penyimpanan
Wadah yang berisi kacang hijau disimpan di ruangan yang sejuk, kering, bersih dan bersirkulasi udara baik. Wadah penyimpanan sebaiknya tidak terbuat dari plastik sebab biji akan lembab dan mudah rusak. Oleh karena itu, sebaiknya wadah berupa karung goni atau karung bekas tepung terigu. Selain itu, hindari dari serangan hama gudang dengan cara menjaga sanitasi gudang.
Daya tahan biji kacang hijau berbeda beda, tergantung cara penyimpanannya. Penyimpanan seperti yang disebutkan sebelumnya, biji dapat bertahan dengan kualitas tetap baik selama 1 tahun. Agar daya simpan lebih lama lagi, kacang hijau dapat disimpan di cold storage.
4. Pengemasan
Biji biji kacang hijau harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. Tujuannya agar tidak menurunkan kualitas kacang hijau. Tindakan ini juga sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan. Biasanya, biji yang dipilih seragam. baik bentuk maupun ukurannya. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahkan kacang hijau dari campuran kotoran yaitu dengan mesin atau manual.
Setelah biji bersih dari kotoran, dilakukan pengemasan sesuai tujuan pasar. Umumnya, kemasan yang digunakan di pasar berupa plastik yang transparan.
5. Pemasaran
Pemasaran kacang hijau yang berlaku di masyarakat saat ini ada dua sistem. Pertama adalah sistem pasaran bebas, artinya petani bebas melakukan penjualan kapan saja. Kedua adalah sistem kontrak beli, artinya produsen dan pembeli sudah melakukan perjanjian jual beli sebelum kacang hijau ditanam. Sistem kedua ini lebih menguntungkan kedua belah pihak sebab terdapat kepastian produksi dan harga.

This entry was posted in

One Response so far.

  1. Unknown says:

    kalau boleh tau sumbernya dari mana ya ini?

Leave a Reply

Translate