KONSEP UMUM PENYULUHAN PERTANIAN



Definisi Penyuluhan Pertanian
            Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Departemen Pertanian, 2006). Sedangkan Mardikanto (2009) menyatakan bahwa, penyuluhan pertanian adalah proses perubahan sosial, ekonomi, dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses berlajar bersama yang partisipatif agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholder yang terlibat dalam proses pembangunan demi terwujudnya kehidupan yang semakin berdaya, mandiri dan partisipatif yang semakin sejahtera secara berkelanjutan.

Tujuan Penyuluhan Pertanian 
            Tujuan dalam penyuluhan pertanian yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek hanya menumbuhkan perubahan yang lebih terarah pada usahatani yang meliputi : perubahan pengetahuan, kecakapan, sikap, dan tindakan petani. Sedangkan tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani (Kartono, 2008). Sementara itu, fungsi penyuluh menurut Kurniawaty (2009) adalah :


1.    Menimbulkan kesadaran petani.
             Penyuluh berfungsi memberikan jalan kepada petani untuk mendapatkan kebutuhan informasi tentang cara bertani atau teknologi baru dalam meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraannya sehingga dapat menimbulkan kesadaran petani agar dengan kemauan sendiri dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

2.     Jembatan antara petani dan para ahli.
              Penyuluh berfungsi menjembatani kesenjangan antara praktik yang harus atau biasa dijalankan oleh petani melalui bimbingan dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang yang menjadi kebutuhan petani tersebut. Hubungan antara petani dan para ahli dapat dijembatani oleh penyuluh yang secara langsung dapat menemukan dan menginvertarisasi serta membawa masalah tersebut sehingga pemecahannya dapat dilakukan oleh para ahli.

3.      Pembawa informasi kepada petani.
              Penyuluh berfungsi sebagai penyampai, pengusaha dan penyesuai program nasional agar dapat diikuti dan dilaksanakan oleh petani dan sebaliknya pemerintah dapat memperhatikan keinginan petani seperti peningkatan produksi.

4.      Pendidik dan pembimbing.
              Penyuluh berfungsi memberikan pendidikan dan bimbingan yang kontinyu kepada petani sehingga di harapkan adanya perubahan perilaku dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Sasaran Penyuluhan Pertanian
Sasaran dalam penyuluhan pertanian adalah pelaku utama dan pelaku usaha. Pelaku utama adalah petani beserta keluarganya atau koperasi yang mengelola usaha dibidang pertanian, wanatani, minatani, agropastur, penangkaran satwa dan tumbuhan didalam dan disekitar hutan, yang meliputi : usaha hulu, usahatani, agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang. Sedangkan pelaku usaha adalah perorangan atau korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan (Departemen Pertanian, 2006). Sementara itu, penerima manfaat penyuluhan (beneficiaries) adalah mereka yang secara langsung atau tidak langsung memiliki peran dalam kegiatan pembangunan pertanian, menurut Mardikanto (2009) mereka itu dapat dikelompokkan dalam :

1.    Pelaku utama.
              Pelaku utama terdiri dari petani dan keluarganya yang selain sebagai juru tani, sekaligus sebagai pengelola usahatani yang berperan dalam memobilisasi dan memanfaatkan sumberdaya demi tercapainya peningkatan dan perbaikan mutu produksi, efisiensi usahatani serta perlindungan dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang lain.

2.     Penentu kebijakan.
              Dalam hal ini terdiri dari aparat birokrasi pemerintahan sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali kebijakan pembangunan pertanian, termasuk elit masyarakat dari aras terbawah (desa) yang secara aktif dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan pembangunan pertanian.

3.     Pemangku kepentingan yang lain.
              Dalam hal ini adalah mereka yang mendukung atau memperlancar kegiatan pembangunan pertanian. Termasuk dalam kelompok ini adalah peneliti, produsen sarana produksi, pelaku bisnis, pers, aktivis LSM, tokoh masyarakat, artis, dan budayawan.

Materi Penyuluhan Pertanian
Mardikanto (1993) menyatakan bahwa, materi penyuluhan adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam proses pembangunan pertanian yang terdiri dari tiga smacam materi penyuluhan yaitu :

1.     Berisikan pemecahan masalah yang sedang dan akan dihadapi.
              Filosofi penyuluhan yang berusaha untuk membantu orang lain agar mereka dapat membantu dirinya sendiri, materi yang berisikan pemecahan masalah merupakan kebutuhan utama yang diperlukan oleh masyarakat sasaran. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan penyuluhan materi ini harus lebih diutamakan terlebih dahulu sebelum menyampaikan materi yang lainnya.

2.    Berisikan petunjuk atau rekomendasi yang harus dilaksanakan.
              Materi penyuluhan yang bersifat petunjuk atau rekomendasi yang harus dilaksanakan sering kali sangat diharapkan oleh masyarakat sasaran, meskipun kurang memperoleh prioritas dibandingkan dengan materi yang berisi pemecahan masalah. Oleh karena itu, materi seperti ini hanya dibatasi pada petunjuk atau rekomendasi yang harus segera dilaksanakan.

3.    Materi yang bersifat instrumental.
              Berbeda dengan kedua materi yang dikemukakan di atas, materi penyuluhan seperti ini tidak harus dikonsumsi dalam waktu cepat, tetapi merupakan materi yang perlu diperhatikan dan mempunyai manfaat jangka panjang, seperti : kewirausahaan.
Sementara itu Setiana (2005) menyatakan bahwa, materi penyuluhan pertanian adalah segala sesuatu yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan baik menyangkut ilmu dan teknologi yang sesuai kebutuhan, menarik, dapat meningkatkan pendapatan, dan memecahkan masalah yang dihadapi sasaran.

Metode Penyuluhan Pertanian
Van den Ban dan Hawkins (1999) menyatakan bahwa, metode penyuluhan pertanian adalah cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani-nelayan dan keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung, agar mereka tahu, mau, dan mampu menggunakan inovasi baru. Metode pendekatan penyuluhan pertanian sangat erat kaitannya dengan tingkat adopsi sasaran. Tingkat adopsi merupakan sikap mental sasaran untuk mengadopsi sesuatu dari sebuah proses belajar (Padmowihardjo, 2000).

Teknik Penyuluhan Pertanian             
            Penyampaian pesan secara lisan pada suatu kelompok massa merupakan hal penting. Orang-orang yang mahir berbicara bukan hanya mudah menguasai massa tetapi juga akan mendapatkan keberhasilan (Mardikanto, 1993). Oleh karena itu Kusnadi (1999) menyatakan bahwa, teknik penyuluhan pertanian adalah keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh pertanian dalam memilih serta menata simbol dan isi pesan, menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan.

Media Penyuluhan Pertanian
Media dapat diartikan sebagai alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak (Cangara, 2002), sedangkan media cetak dapat diartikan segala barang cetak seperti surat kabar, majalah, brosur, pamflet, buletin, poster, dan folder. Media penyuluhan merupakan alat bantu yang diperlukan oleh seorang penyuluh guna memperlancar proses mengajar selama kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Alat ini diperlukan untuk membantu penyuluh selama melaksanakan kegiatan penyuluhan, baik dalam menentukan materi penyuluhan atau menerangkan inovasi yang disuluhkan. Tentang hal ini, alat bantu penyuluhan terdiri dari kurikulum, lembar persiapan penyuluhan, papan tulis atau papan penempel, alat tulis, proyektor, dan perlengkapan ruangan (Mardikanto, 2009).


This entry was posted in

2 Responses so far.

  1. Anonymous says:

    Joss

Leave a Reply

Translate